Tamu Terperih

Sedih dan pedih.

Ketika hati menemukan tempat yang baru untuk berlabuh, ketika hati sudah mantap untuk menetap. Ternyata ada badai begitu kuat yang baru kulihat.

Ya, saat ia sudah kumasukkan ke dalam lubuk, tiba-tiba ada teman semasa kecilku yang mengetuk.

"Hai, aku adalah pemilik hati ini.
Jangan coba-coba kau nodai.
Kali ini dia datang padamu,
itu hanya sementara.
Tapi dia datang kepadaku,
untuk selamanya"

Yah, sayangnya aku terlalu lelah. Mengemudikan hati tak semudah itu.

Baru saja aku berhasil melupakan 'yang dulu',
sekarang aku harus bertugas melupakan 'kamu' yang ternyata hanya sekedar 'tamu'.

Ponorogo,
19 Mei 2020

Komentar

Postingan Populer