Ketika Hati dan Pikiran Tak Mungkin Dapat Disatukan

Saat ini bolehkah aku meratapi serentetan kesalahan, kebodohan, dan kemunafikan?
Bahwa merupakan sebuah kemustahilan untuk melarangnya agar tak menghubungiku lagi, padahal sebenarnya harus.
Bahwa merupakan perkara yang lengkara jika aku mampu untuk harus mengabaikannya, padahal memang sepantasnya kulakukan.
Juga sedang dihadang keadaan yang pelik, apakah aku benar-benar ingin kamu enyah, padahal berharap dirinya ada di sebelah.

Menyandang status yang lama, memang menjadi satu alasan.
Dimana pemilik harus dengan sekuat tenaga menjaga,
segala yang sudah ia pertaruhkan dan pertahankan sejak lama.

Aku yang diberi perhatian ini, tanpa sadar terlanjur jatuh hati.
Aku yang mendapatkan kasih, tak sengaja ingin memilikinya yang ternyata sudah berkekasih.

Apa tujuan Tuhan mendatangkannya?
Kenapa harus dia yang disinggahkan dalam hati?
Kenapa harus dipertemukan dengannya yang sudah lama terikat?

Membuat hati ingin merebut, padahal tau itu tak patut.
Membuat hati ingin merusak, padahal tau itu tak bijak.

Ponorogo, 22 Mei 2020.

Komentar

Postingan Populer