Dimana Maaf?

Sudah kuperingatkan, kamu.
Sudah kuberitahu, bahwa di bulan yang penuh maaf ini aku benar-benar menanti permintaan maaf yang tulus.
Dari kamu yang sangat menyakiti hati.
Dari kamu yang sudah merusak harapan.
Dari kamu yang tak memiliki perasaan.
Dari kamu yang ternyata bukan orang baik.
Dari kamu yang senang membuat para perempuan hanyut, kemudian kau buat kalut.

Betapa disini aku sangat sedih dan cukup kacau,
setiap mengingat kamu yang sama sekali tidak peduli dengan perasaan yang kusimpan.

Aku butuh waktu.
Kamu tampak terlalu hebat diluar sana.
Semua rahasia yang manis dapat rapat kau simpan saat aku dilanda roman.
Entah mantra apa yang kamu antarkan dan ternyata mempan.
Selamat.
Hanya itu yang dapat ku ucapkan untuk saat ini.
Untukmu, yang beberapa hari ini selalu kurindu.

Ponorogo, 25 Mei 2020.

Komentar

Postingan Populer